Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

PEPAYA

Written By IWANCIANJUR1 on Jumat, 21 September 2012 | 22.57

Jumat, 21 September 2012

Kamu pernah makan pepaya ? Pasti pernah ,karena selain mudah didapat dan rasanya enak ,manis,menyehatkan dan harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Banyak sekali manfaat dari tumbuhan ini ,buahnya sebagai pencuci mulut , daun dan bunganya untuk obat, getahnya bisa untuk melunakkan daging.
Pepaya (Carica Papaya ) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma dan berasal dari suku Caricaceal.Bunganya berwarna putih ,buahnya besar ada yang bulat dan ada yang lonjong ,kulitnya berwarna hijau. Daging buahnya kalau masih muda berwarna putih kehijauan. Kalau sudah tua ada yang berwarna merah jingga .Di dalam buah terdapat banyak biji ,warnanya hitam.
Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 – 10 meter dengan akar yang kuat . Helaian daunnya  menyerupai telapak tangan manusia . Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, nampak daun pepaya tersebut simetris . Daun pepaya muda biasanya dipakai lalapan . Agar rasany tidak pahit , pada waktu memasaknya dicampur dengan daun singkong .
Pepaya memiliki beberapa nama local misanya;  “Papaw” (Inggris), “Pepaya” (Indonesia), “Gedang” (Sunda), Betik, Kates, Telo Gantung” (Jawa).
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT KEJANG GAGAU

RAMUAN OBAT HERBAL KEJANG GAGAU
Penyakit kejang gagau seringkali menyerang anak-anak berusia 6 – 18 bulan. Hampir tiap anak yang demam tinggi mendadak dapat terserang penyakit kejang gagau. Sebab utama timbulnya penyakit ini umumnya karena kurangnya makanan sehat yang mengakibatkan daya tahan tubuh kurang. Sehingga berbagai penyakit seperti demam, lemah tulang, cacing, dan lain sebagainya dapat memudahkan timbulnya penyakit kejang gagau. Gambar disamping adalah gambar dari slah satu obat kejang gagau.
Gejala kejang gagau :
  • Mula-mula muka si penderita berubah menjadi pucat.
  • Mata si penderita tidak bergerak, tapi berbelalak memandang keatas, sedang kepalanya tertarik kebelakang.
  • Tangannya tergenggam dalam kepalan dan kadang-kadang beser kencing dan beser berak.
  • Kakinya menyentak-nyentak dan seluruh badannya kejang.
Berikut beberapa ramuan obat herba kejang gagau :
  1. Minyak kayu putih beberapa tetes dilumaskan pada hidung dan perut anak yang bersangkutan 1 x sehari sebanyak yang diperlukan.
  2. Bawang merah 6 butir digiling halus. Kalau sudah halus gosokkan pada bagian anak yang kejang 1 x sehari sebanyak yang diperlukan.
  3. Bawang putih 8 butir, digiling halus, diremas dengan air suam-suam kuku 3 sdm. Gosokkanlah hasil remasan ini pada leher, dada dan punggung anak yang terserang kejang 1 x sehari sebanyak yang diperlukan.
Sumber : Buku resep-resep obat tradisional
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT MASUK ANGIN




1. Bawang merah
  • Kupas 2 atau 3 bawang merah, cuci parut.
  • Campur dengan 2 sdm minyak goreng.
  • 1/2 sdm minyak kayu putih.
  • Air perasan seiris jeruk nipis, Air dari sedikit asam jawa.
  • Cara penggunaannya : gosokan keseluruh tubuh anak.
2. Jahe (1)
  • Larutkan 1/4 sdt bubuk jahe kering dengan 1/2 cangkir air panas
  • Cara penggunaan : Berikan 1 -2 x sehari, untuk anak 2 – 5 th 1/2 ramuan, diatas 6 th 1 ramuan.
3. Jahe (2)
  • Daun teh kering satu sdm dan 1/2 sdm bubuk jahe, diseduh dengan air panas segelas.
  • Cara penggunaan : Minum selagi hangat 2 x sehari 1/2 untuk anak usia 2 – 5 th dan 1 gelas untuk anak usia lebih dari 6 th. Manfaatnya mencegah masuk angin.
4. Jahe (3)
  • Seibu jari jahe tua dicuci, memarkan, rebus dengan 2 air dan beli gula aren sedikit, didihkan hingga tinggal setengahnya.
  • Cara penggunaan : Minum selagi hangat usia 2 – 5 th 1/2 ramuan dan lebih dari 6 th 1 ramuan.
Semoga resep aneka ramuan obat masuk angin bermanfaat bagi anda semua. Amin.
Sumber : Tabloit nakita
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT (ASMA) ASMA

 PENYAKIT ASMA
Resep I :
  • Bahan yang digunakan : Daun kecubung.
  • Cara membuat : Daun kecubung dirajang seperti tembakau, lalu dikeringkan. Rajangan kering tadi digulung seperti rokok, karena alkoloid daun kecubung tergolong keras, tiap kali penggunaan dibatasi hanya mengandung rajangan daun kecubung tidak lebih dari 1 g.
  • Cara pemakaian : Penggunaannya pun dibatasi cuman 1 batang, disamping itu penggunaannya harus dibawah pengawasan dokter.
Resep II :
  • Bahan yang digunakan : Putri malu kering 10 g, air 100 ml.
  • Cara membuat : Putri malu direbus selama 15 menit, terhitung sejak air menguap. Hasilnya langsung disaring dan didinginkan. Air rebusan inilah yang diminum sebagai obat.
  • Cara pemakaian : 3x sehari 1 – 2 sdm.
Resep III :
  • Bahan yang digunakan : Patikan kebo yang belum berbunga, air 100 ml.
  • Cara membuat : Patikan kebo yang belum berbunga dikeringkan dan dijadikan serbuk sebanyak 15 g, lalu direbus dengan air 100 ml, direbus selama 15 menit terhitung sejak mengeluarkan uap, dalam keadaan panas air rebusan itu disaring hingga diperoleh air rebusannya saja kira – kira 75 ml. Air rebusan inilah yang diminum sebagai obat.
  • Cara pemakaian : Diminum sehari 3x, masing – masing 25 ml.
Resep IV :
  • Bahan yang digunakan : Akar alang – alang 100 g, kencur 25 g, daun sirih 25 g, air 1 liter, madu 1 sdm, air jeruk nipis 1 sdt.
  • Cara membuat :Semua bahan dicuci, lalu direbus dengan air 1 liter sampai air tersisa 0,5 liter. Saring. Untuk memperbaiki rasanya ditambah 1 sdm madu dan air jeruk nipis 1sdt.
  • Cara pemakaian : Minum sekaligus saat akan tidur malam.
Resep V :
  • Bahan yang digunakan : Buah tempayang 1 buah,  sirup gula batu.
  • Cara membuat : Satu buah tempayang dicuci, lalu direndam beberapa jam sampai mekar sekali. Buang kulitnya. Isinya ditiriskan. Buah tempayang bisa dibeli dirumah obat cina dan disana namanya bongtahai.
  • Cara pemakaian : Dimakan dengan gula batu, lakukan 3x dalam sehari.
Resep VI :
  • Bahan yang digunakan : Bawang putih 10 siung, air 2 gelas, madu 1 sdm.
  • Cara membuat : Bawang putih kupas ,lalu cuci dan iris – iris. Rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal 3/4- nya. Saring dan supaya rasanya enak beri 1 sdm madu, aduk lalu dinginkan.
  • Cara pemakaian : Minum 3x sehari, masing – masing 1/2 gelas.
Resep VII :
  • Bahan yang digunakan : Daun sirih 20 helai yang lebar, air 1/2 gelas, kain, madu 1 sdt.
  • Cara pemakaian : Daun sirih tersebut dicuci bersih, dan dilumatkan. Beri 1/2 gelas air minum. Peras dengan kain, campur dengan 1 sdt madu asli. Aduk sampai rata.
  • Cara pemakaian : Minum setiap hari selama 2 minggu. Penderita menahun dianjurkan minum 2x sehari selama 3 minggu. Anak – anak antara umur 2 – 15 th setengah dosis saja.
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT (PUSING, BATUK, DEMAM,SARIAWAN)


1. Sakit kepala karena pilek.
  • Bahan yang digunakan
-    Jahe, 1 ibu jari.
-    Gula jawa, secukupnya.
-    Air mendidih, 1 gelas.
  • Cara membuat :
-    Jahe dibakar, dimemarkan,
-    kemudian diseduh dengan air diminum.
  • Cara pemakaian :
-    Diminum banyak – banyak.
2. Batuk tanpa demam pada orang dewasa.
  • Bahan yang digunakan :
-    Jeruk nipis, 1 buah.
-    Kecap / madu, secukupnya.
  • Cara membuat :
-    Jeruk nipis diris menjadi 3 potong,
-    diperas airnya kedalam gelas,
-    tambahkan madu / kecap sama banyak dengan air jeruk nipis tsb.
  • Cara pemakaian :
-    Dewasa : sehari 3x / 1 sdm.
-    Anak     :  sehari 3x / 1sdt.
3. Batuk tanpa demam pada anak terutama bayi :
  • Bahan yang digunakan :
-    Bunga blimbing wuluh segar, 1 genggam
-     Adas, 5 butir
-    Gula batu, 1 sdm
-     Air, setengah gelas
  • Cara membuat :
-    Campurkan bahan – bahan tsb,
-    dikukus dalam panci / rantang kecil tertutup selama beberapa jam,
-    campuran disaring, ditampung  dalam gelas.
  • Cara pemakaian :
-    Diminum pagi hari sebelum makan.
-    Malam hari sebelum tidur.
4. Batuk  pada anak disertai pilek.
  • Bahan yang digunakan :
-   Jeruk nipis, 1 buah.
-   Minyak kayu putih, secukupnya.
-   Kapur sirih, secukupnya.
  • Cara membuat :
-   Jeruk nipis dipotong, sehingga terbenbentuk 1/3 bola.
-   Permukaan dalam dioles dengan kapur sirih secukupnya.
-    Kemudian dibakar dengan api kecil sampai kulitnya terlihat layu.
-     tetesi dengan beberapa minyak kayu putih.
  • Cara pemakaian :
-     Peras air jeruk nipis langsung ketenggorokan.
-     Dan bekasnya dioleskan / dilumurkan pada leher dada dan punggung.
5. Sariawan
Resep I :
  • Bahan yang digunakan :
-    Daun saga segar, 2 genggam.
-    Air, 4 gelas.
  • Cara membuat :
-    Daun saga direbus dengan air, sampai air tinggal 2 gelas.
  • Cara pemakaian :
-    Diminum pada waktu siang hari sedikit demi sedikit sampai habis 2 gelas.
Resep II :
  • Bahan yang digunakan :
-    Daun sirih segar ,1o lembar.
-    Air bersih, 3 gelas.
  • Cara membuat :
-    Daun sirih direbus dalam panci tertutup selama kurang lebih 1/2 jam.
  • Cara pemakaian :
-    Air rebusan daun sirih yang masih hangat digunakan untuk kumur – kumur.
6.  Demam
Resep I :
  • Bahan yang digunakan :
-    Jeruk nipis, 1 buah.
-    Bawang merah, 3 biji.
-    Minyak kelapa, 1 sdm.
-    Garam sedikit.
  • Cara membuat :
-    Jeruk nipis diperas airnya, bawang merah diparut dengan  parut yang dilapisi daun,
-    perasan jeruk nipis, parutan bawang merah ditambah garam, dan minyak kelapa, dicampur.
  • Cara pemakaian :
-    Dikompreskan diubun – ubun.
Resep II :
  • Bahan yang digunakan :
-   Telur ayam (diambil kuningannya), 1 butir.
-    Madu, 1 sedok makan.
-    Kunyit, 1 ibu jari.
  • Cara membuat :
-    Kunyit diparut dengan parut yang dilapisi daun,
-     kemudian diperas, air hasil perasan diaduk dengan kuning telur dan madu.
  • Cara pemakaian :
-      Sehari diminum 1x, tiap kali ramuan.
7. Demam yang disertai susah kencing
Resep I :
  • Bahan yang digunakan :
-    Kelapa hijau muda, 1 buah.
  • Cara pemakaian :
-    Air kelapa hijau diminum secukupnya.
Resep II :
  • Bahan yang digunakan :
-    Daun sambiloto segar, 1 genggam.
-     Belerang, sedikit.
  • Cara membuat :
-     Campuran ditumbuk sampai halus dan rata.
  • Cara pemakain :
-     Ditempelkan pada kulit yang sakit.
Resep III :
  • Bahan yang digunakan :
-    Daun sendok segar,1 genggam.
-    Daun sambiloto segar, secukupnya.
-    Air , 2 gelas.
  • Cara membuat :
Campuran ramuan tersebut didihkan sampai diperoleh 1 gelas kemudian disaring.
  • Cara pemakaian :
Sehari diminum 1x , tiap kali 1 gelas.
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT PENYAKIT GONDOK / PAROTITIS EPEDEMIKA

Gondok atau orang menyebutnya dengan istilah gondongan atau beguk atau dalam bahasa medis Parotitis epedemika, adalah jenis penyakit yang belum diketahui secara tepat penyebabnya. Yang jelas bibit penyakit ini termasuk golongan virus. Penyakit ini sering timbul sebagai wabah dan banyak menyerang anak-anak pada usia 6-12 tahun. Masa tunasnya antara 2- 3 minggu, dan penyakit gondok ini termasuk jenis penyait yang menular.
  • Kelenjar ludah telinga /  parotitis kelihatan bengkak.
  • Mulut terasa tegang dan nyeri, terutama bila mengunyah dan menelan.
  • Seringkali muntah-muntah dan nafsu makan berkurang.
  • Suhu badan naik.
  • Kadang-kadang telinga serasa berdengung.
Pengobatan penyakit gondok dengan pengobatan herbal :
  1. Daun tarum 1/3 genggam, daun halur 1/4 genggam, daun tempuh wijang 1/3 genggam. Semua bahan ini dicuci bersih lalu digiling halus-halus. Bubuhilah dengan minyak gandapura 2 sendok makan. Gunakanlah ramuan herbal ini untuk melumasi pada bagian yang sakit, 2 kali sehari atau sebanyak yang diperlukan.
  2. Daun simbar menjangan 2 lembar, dicuci lalu digiling halus-halus berilah garam dan air secukupnya. Gunakan ramuan herbal ini untuk melumasi pada bagian yang sakit 2 kali sehari.
  3. Daun dan buah mandu masing-masing 5 lembar dan 2 buah, mesoyi 2 jari, semua bahan dicuci dan ditumbuk halus. Remas-remas dengan air garam secukupnya. Gunakan ramuan herbal ini untuk melumasi pada bagian yang sakit 2 kali sehari. Sebanyak yang diperlukan.
  4. Daun terup 3/4 genggam, daun belimbing buluh 1/2 genggam, bawang merah 3 butir. Kesemua bahan ini dicuci hingga bersih, lalu diremas dengan air cuka 3 sendok makan. Gunakanlah ramuan herbal ini untuk melumasi pada bagian yang sakit 2 kai sehari sebanyak yang diperlukan.
  5. Sumber : http://baitulherbal.com/
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT DIFTERI


Penyakit difteri pada umumnya menyerang selaput lendir tekak, rongga hidung tali suara, dan lain-lain. Kebanyakan yang terserang penyakit ini adalah anak-anak. Penyebab penyakit difteri adalah basil loeffler, bentuknya seperti batang korek api, ujung dan pangkalnya bertombol. Basil difteri banyak mengeluarkan racun (toksin) yang merusak pada badan, terutama pada bagian jantung. Penyakit ini tergoplong penyakit menular. Penularannya langsung dari percikan ludah.
  • Badan terasa lemah dan nafsu makan berkurang.
  • Suhu badan naik antara 38 – 40 derajat celcius, dan biasanya disertai dengan muntah muntah.
  • Rasa nyeri pada tenggorokan, terutama kalau menelan makanan.
  • Suaranya berubah menjadi parau.
  • Tekak tampak kemerah-merahan,  lidah berselaput, tonsil bengkak tertutup oleh lapisan berwarna putih atau putih kekuning-kuningan.
  • Nafas sesak karena pipa-pipa pernapasan tersumbat oleh selaput lendir.
Pengobatan penyakit Difteri secara herbal :
  1. Buah jeruk nipis yang telah tua 2 buah, diambil airnya lalu diseduh  dengan air panas 1 gelas, madu 1 sendok makan. Suam-suam kuku gunakan untuk berkumur-kumur selama 3 menit lantas diminum 3 kali sehari 2 sendok makan.
  2. Isi buah pinang 1 butir, ditumbuk halus dan diseduh dengan air panas 1/2 gelas dan madu 1 sendok makan. Suam-suam kuku gunakan untuk kumur-kumur selama 3 menit lantas diminum 3 kali sehari 1 sendok makan.
  3. Buah nanas yang telah masak 3 buah, dikupas dan dicuci bersih, diparut baik-baik diperas dan disaring. Air perasan ini digunakan untuk berkumur-kumur selama 3 menit, kemudian diminum 3 kali 1/2 gelas.
  4. Getah pepaya 15 tetes, diseduh dengan air panas 1 sendok makan. Gunakan ramuan herbal ini untuk berkumur-kumur dalam mulut dan tenggorokan 2-3 menit 3 kali sehari.
  5. Bawang merah 3 butir, daun salam 5 lembar, arang kayu jati 1 jari, mesoyi 1 jari, rimpang jahe 1 jari, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, ganti 1 jari, jinten hitam 1 sendok teh, gula enau 3 jari. Kesemua bahan dicuci bersih dan ditumbuk hingga halus dan dibubuhi air garam 1 gelas, kemudian diperas dan disaring. Air perasannya diminum dan ampasnya digunakan untuk menggosok leher, dada dan punggung digunakan 1 kali sehari yakni pada malam hari.
Kesemua ramuan harbal diatas berguna untuk mengobati penyakit difteri, bagi penderita penyakit ini bisa memilih salah satu metode pengobatan sesuai dengan kecocokan dari penderita itu sendiri.
Sumber :  http://baitulherbal.com/
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT MUNTAH PADA ANAK

Banyak faktor yang menyebabkan anak muntah. Pengobatan tergantung penyebabnya.
1. Daun kemangi
  • Bahan dan cara membuatnya : cuci bersih 15 gr daun kemangi, tambahkan air 1/2 gelas, blender, saring, tambahkan madu, minum. Sebaiknya untuk anak 5 th keatas.
2. Ramuan temulawak
  • Bahan : 15 gr temulawak, 5 gr bawang merah, 10 gr jahe cuci bersih parut, 1 gr ketumbar.
  • Cara membuat : Setelah dicuci bersih, semua bahan dihaluskan, saring tambahkan air 1/2 gelas, kemudian didihkan hingga 5 menit. Dinginkan dan minum, satu jam sebelum makan nasi pada pagi dan sore/malam. Dapat ditambahkan madu untuk menambah rasa.
  • Dosis : 2 – 5 th 2 x 1/2 gelas perhari, 6 – 12 2 x 3/4 gelas perhari.
3. Jahe
  • Bahan dan cara pembuatannya : Cuci bersih seibu jari jahe, hancurkan, seduh dengan segelas air matang panas. Tambahkan sedikit asam jawa dan gula batu. Aduk, saring, lalu minum sedikit demi sedikit 1 jam sebelum makan.
4. Biji pala
  • Seduh 1 sdt bubuk biji pala dengan sedikit air. Minumkan setiap kali habis muntah.
5. Buah pala
  • Bahan dan cara membuatnya : kupas 1 buah pala, ambil isinya, giling halus. Seduh dengan air matang panas, tambahkan 2 sdt madu, aduk rata.
  • Dosis : 2 – 5 th 1 – 2 x sehari 1/2 gelas, lebih dari 6 th 1 – 2 x sehari 1 gelas.
6. Beras
  • Bahan : 1 sdm beras, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit, 7 butir adas manis.
  • Cara membuat : Cuci bersih semua bahan. Beras direndam sebentar, kemudian disangrai sampai berwarna kecoklatan, setelah itu, tumbuk halus bersama bahan lainnya. Seduh dengan air matang 1 gelas, tambahkan gula merah dan sedikit garam. Saring, minumkan pada anak agar tubuhnya hangat. Minumkan sedikit demi sedikit setelah muntah.
Semoga resep ramuan obat herba muntah pada anak bisa menjadikan sarana kesembuhan si anak. Amiin.
Sumber : Tabloit nakita
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT LEPRA


Lepra atau kusta disebabkan oleh mycobacterium leprae, sejenis basil yang ditemukan Dr. A. Hansen tahun 1874. Basil lepra ini menyerupai basil tuberkulosa. Lepra termasuk penyakit menular walaupun penularannya sangat lambat. Masa tunasnya belum diketahui dengan pasti, tapi kira-kira 2 – 10 tahun.
  • Getah jambu monyet yang masih muda 2 – 3 sdm. Getah ini berguna untuk menggosok dan melumas kulit yang terserang lepra atau kusta. Lakukan 3 x sehari sebanyak yang diperlukan.
  • Daun kaki kuda 3/4 genggam, dicuci lalu direbus dengan air 3 gelas. Biarkan mendidih sampai airnya tinggal kira-kira 3/4 – nya. Sesudah dingin, diminum 3 x sehari 1/2 gelas.
  • Umbi gadung 1/2 kepalan tangan, dicuci lalu diparut dan diremas dengan getah biduri 1 sdm dan batang kayu buta 1 sdm. Ramuan ini digosokkan dan dilumaskan pada kulit yang terserang kusta 3 x sehari sebanyak yang diperlukan.
Sumber : Buku resep-resep obat tradisional
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT CACING KREMI (OXYYURISRIS VERMICULARIS)

Cacing kremi atau cacing kerawit berbentuk bulat-bulat halus seperti benang, berwarna putih dan yang jantan 2 – 5 mm dan betina 8 – 13 mm. Cacing ini hidup dalam usus buntu dan dalam pangkal usus sebelah. Anak keci yang mengidap cacing kremi ini seringkali menggarut duburnya dan tanpa sadar memasaukkan tangannya kembali kedalam mulut. Akibatnya cacing ini semakin banyak menyebar dan jumlahnya kian banyak.
  • Getah buah pepaya yang masih muda 15 tetes. Getah ini diseduh dengan air panas 1/2 gelas dan bubuhi garam sedikit. Aduk sampai merata, sesudah dingin, diminum 1 x sehari 3 sdm.
  • Tembakau yang enak sebesar buah kemiri, diremas dengan air bersih 2 sdm lalu diperas baik-baik. Sesudah diaduk, digunakan melumas dubur pada waktu bangun pagi 1 x sehari sebanyak yang diperlukan.
  • Bawang putih 3 butir, dikupas dan dikunyah sampai halus. Sesudah halus, ditelan dan disusul minum air hangat 1 – 2 x sehari.
  • Akar pepaya 2 jari, bawang putih 3 butir, gula enau 3 jari. Ramuan ini dicuci dan dipotong-potong lalu direbus dengan air 2 gelas. Didihkan sampai airnya tinggal kira-kira 1/2 -nya. Suam-suam kuku disaring dan diminum 2 x sehari 1 gelas.
Sumber : Buku resep-resep obat tradisional
Read More | komentar

JENIS PENYAKIT PITAM


Penyakit pitam terjadi karena adanya pembuluh darah pecah dalam otak. Mereka yang sering mengalami penyakit pitam yakni yang telah berusia lanjut (50 th), apalagi jika dimasa mudanya gemar minum keras dan pernah menderita sakit kelamin.
Berikut beberapa ramuan obat herba pitam :
  • Daun sangket 2 genggam, dicuci lalu direbus dengan air bersih 15 liter. Biarkan mendidih selama 15 menit. Kemudian suam-suam kuku digunakan untuk air mandi dan merendam tubuh 2 x sehari.
  • Daun pepaya gantung 1 tangkai, daun sangket 1 genggam, dicuci dan digiling halus. Remas dengan getah biduri 3 sdm. Kemudian diremas, digosokkan atau dilumaskan pada bagian tubuh yang sakit 2 x sehari sebanyak yang diperlukan.
  • Serbuk biji jeruji 1/2 sdt, diseduh dengan air panas 1/4 gelas dan madu 1 sdm. Suam-suam kuku, diminum 2 – 3 x sehari 3 sdm.
Sumber : Buku resep-resep obat tradisional
Read More | komentar

Artikel Senggang

Arsip Blog

DMCA.com
artikelsenggang.blogspot.com Webutation
Top Web-Design SitesWeb Design Blogs
share
 
Copyright © 2012. ARTIKEL SENGGANG . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by U S Sunda

Welcome In Artikel Senggang

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!